Dprd Kutai Timur Kutai Timur 

Ada Cerita Bersejarah Dari Kunjungan DPRD Kutim Kidang Ke Monumen Mandala Makassar

lensapostkaltim.com, MAKASSAR – Selepas menemui perwakilan anggota DPRD dari Makassar Jumat (16/9) 2022 dalam kunjungan jadwal dihari pertamanya.

Memasuki jadwal kunjungan keduanya Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Masdari Kidang, SE ditemani istrinya Bunda Hj Mursidah bertandang ke objek wisata situs bersejarah Kota kelahirannya sang Pahlawan Sultan Hasanuddin di tanah Makassar. “Kami mengunjungi Monumen Mandala serta lapangan Karebosi,” urai Dewan Kutim ini.

Dirinya tertarik dengan kedua situs bersejarah karena memiliki kisah bahari akan nilai perjuangan.

Seperti halnya Monumen Mandala atau lebih dikenal dengan Monumen Pembebasan Irian Barat.

“Sedikit gambaran ketika saya bersama istri ke Monumen Mandala (Pembebasan Irian Barat) merupakan bangunan menara berbentuk segi tiga sama sisi yang menjulang sekitar 75 meter. Layaknya Monas di Indonesia bagian timur. Segi tiga merupakan simbol dari Tri Komando Rakyat (Trikora). Monumen Mandala dibangun sebagai pengingat Operasi Trikora, yakni konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat pada tahun 1961,” jelas Kidang.

Kidang mengungkapkan pada Monumen Mandala atau Monumen Pembebasan Irian Barat merupakan bangunan menara berbentuk segi tiga sama sisi yang menjulang sekitar 75 meter. Layaknya Monas di Indonesia bagian timur. Segi tiga merupakan simbol dari Tri Komando Rakyat (Trikora). Monumen Mandala dibangun sebagai pengingat Operasi Trikora, yakni konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat pada tahun 1961.

Pada sejumlah bagian Monumen Mandala terdapat relief yang berbentuk kobaran api menandakan semangat juang Trikora. Didapati pula ruangan lantai satu, terdapat juga 12 diorama yang menceritakan sejarah perjuangan bangsa. “Gambaran yang dimaksudkan di antaranya potret peperangan yang terjadi di Makassar hingga berbagai pergolakan di daerah,” ulas politisi Berkarya saat mencermati akan makna setiap sudut dan ruangan Monumen Mandala.

Sementara disisi bagian lainnya terdapat ruang galeri dan pertemuan. Di bagian belakangnya ada panggung yang dipergunakan biasanya untuk acara-acara tertentu, seperti hiburan dan upacara.sejumlah bagian Monumen Mandala terdapat relief yang berbentuk kobaran api menandakan semangat juang Trikora.”Di ruangan lantai satu, pengunjung disugguhkan 12 diorama mengisahkan sejarah perjuangan bangsa. Di antaranya gambaran perang yang terjadi di Makassar hingga berbagai pergolakan di daerah. Pada bagian lain terdapat ruang galeri dan pertemuan. Pada bagian belakang terdapat panggung yang biasanya digunakan untuk acara-acara tertentu, seperti hiburan dan upacara,” kata Kidang lagi saat melukiskan monumen Mandala itu.

Kidang menegaskan di Kabupaten Kutim sendiri didapati juga situs – situs bersejarah yang seharusnya dapat terkelola dengan baik. Salah satunya goa tapak tilas peradaban sejarah kehidupan manusia purbakala. “Hal tersebut dapat dibuktikan melalui jemari telapak manusia purba pada dinding gua,” urainya.

Ia menambahkan apabila aset wisata Kutim dapat dimanajemeni secara baik maka tentunya menambah Pendapatan Asli Daerah pada sektor wisata.(aji/rin)

Related posts

Leave a Comment