Balikpapan Umum 

Baso Ali Siap Maju Untuk LPM Gunung Sari Ulu Balikpapan Tengah

lensapostkaltim.com,- Balikpapan — Tidak semua orang dapat mengabdikan diri untuk maslahat orang banyak. Utamanya, untuk kepentingan masyarakat, harapan itu menjadi dorongan kuat bagi, seorang Baso Ali (40), warga Gn. Sari Ilir akan ikut serta memajukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai wadah yang murni dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra pemerintah kelurahan dalam menampung aspirasi masyarakat ditingkat basic (RT).

Berbekal kiprahnya sebagai pendamping Pemberdayaan Masyarakat atau Konsultan Pemberdayaan yaitu PNPM-MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat — Mandiri Perkotaan) di Kalimantan Timur sejak 2009, tentu memberinya pengalaman yang mewadahi untuk dapat terjun langsung dalam memajukan LPM.

Bagaimana tidak, sejak hijrah ke kota Minyak pada tahun 1998, serta telah bekecimpung selama tiga belas tahun lamanya dalam bidang pemberdayaan, bukanlah waktu yang singkat.

Dirinya mencurahkan segala kemampuan didunia pemberdayaan masyarakat bersama LKM yang sekarang berganti nama menjadi Program KOTAKU (Kota TanpaKumuh) dengan Hastag #beraniberubah.

Pria yang akrab dipanggil Baso atau Ali ini, mengungkapkan bahwa dalam program—program PNPM, lebih mengarah kepada program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan.

Namun sekarang di “KOTAKU” program pemberdayaannya lebih mengarah kepenataan kawasan kumuh. Dengan demikian, ia mengaku memiliki bekal matang untuk dapat mewujudkan visi misinya dalam LPM.

“Jadi selama bergabung dalam LKM,berbagai program telah kami laksanakan. Peranan LKM ini antara lain, menyusun rencana pembangunan yang partisipatif, menggerakan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan di kelurahan, LPM juga memiliki fungsi untuk menyusun dan melaksanakan rencana program dan kegiatan sesuai bidang tugasnya,” jelasnya.

“Memonitoring, mengevaluasi dan melaporkan bagaimana penerapan kebijakan bidang pemberdayaan masyarakat, melaksanakan system pengendalian intern pemerintahan, sehingga program — program pemberdayaan bukan lagi hal yang baru, dan saya yakin dapat menjadi bekal yang cukup untuk memajukan LPM,” bebernya.

Pria yang juga pernah diamanahkan dan memajukan Karang Taruna di Gunung Sari Ulu, Balikpapan ini menyebutkan bahwa LKM sendiri merupakan kepemimpinan kolektif dari organisasi warga suatu kelurahan, yang dipilih berdasarkan kriteria kemanusiaan.

Dirinya berperan secara penuh sebagai pemimpin masyarakat dengan fungsi utamanya yakni mengendalikan atau mengemudikan kegiatan penanggulangan kemiskinan di kelurahan, sekaligus menjaga posisi pada fungsi control.

Sehingga baginya, untuk menjadi bagian terpenting dalam menahkodai lembaga LPM nantinya jika ia diberi amanah, tentunya sudah memiliki visi dan misi yang akan ia lakukan demi perbaikan dimasyarakat. (Dng)

Related posts

Leave a Comment