Daerah Kaltim Dprd Kutai Timur Kutai Timur Umum 

Di Balik Lapangan Karebosi Makasar DPRD Kutim Kidang Berbagi Kisah Sejarah Ke Anak Cucu

lensapostkaltim.com, MAKASSAR- Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Masdari Kidang, SE beserta istri Bunda Mursidah selama berada di Makassar selain berwisata edukasi sejarah ke Monumen Mandala (Monumen Pembebasan Irian Barat), juga bertandang ke lapangan Karebosi.

Selama berada di lapangan Karebosi dari pengamatan secara umum kawasan tersebut hanyalah pusat layanan publik seperti area skateboard, lapangan bola, lapangan basket, lapangan tenis, hingga lapangan bisbol. Terdapat juga jogging track dan faslitas olahraga penunjang lainnya,” katanya saat melihat lapangan Karebosi.

Namun tanpa disangka – sangka anggota dewan itu lagi – lagi mendapatkan tapak tilas sejarah alkisah rakyat Makassar akan keberadaan lapangan Karebosi.

“Dikisahkan pada masa awal Kerajaan Gowa abad ke-13, Karebosi berfungsi sebagai sawah kerajaan sebelum berubah menjadi lapangan kerajaan yang berfungsi sebagai pusat hiburan sarana umum kala itu. Di masa penjajahan kolonial Belanda, areal ini bernama Koningsplein yang fungsinya sebagai ruang publik dan tempat latihan pasukan Belanda. Saat itu Karebosi diapit dua benteng basis militer Belanda.

Konon dimulai dari turunnya hujan deras disertai kilat tujuh hari yang mengakhiri kemarau panjang selama tujuh tahun. Setelah hujan reda, muncul tujuh gundukan tanah yang dari masing-masing gundukan keluar seorang berjubah kuning. Mereka hanya muncul sesaat. Masyarakat menyebut mereka Karaeng Angngerang Bosi, atau Tuan yang Membawa Hujan. Itulah kenapa areal ini kini disebut Karebosi yang berawal dari kalimat Kanro Bosi (hujan sebagai anugerah Tuhan),” beber Kidang dalam menambah pengalaman wawasan pengetahuan sejarah.

Bagi Kidang dan istri Bunda Mursidah tentunya disaat tengah melakukan tugas luar daerah selain melakukan lintas koordinasi dengan pemerintahan daerah setempat. “Akan tetapi kita juga harus mengenali akan biografi latar belakang sejarah suatu daerah yang dikunjungi sebagai bentuk pelestarian dan berbagi kisah kepada generasi penerus bangsa yaitu anak, cucu kita,” terang Dewan dari partai Berkarya Kutim.(aji/rin)

Related posts

Leave a Comment