Balikpapan Daerah Kaltim FRN KALTIM IKN (Ibu Kota Negara) 

IKN Milik Siapa ?

lensapostkaltim.com,- Balikpapan-Kaltim, Sejarah IKN Nusantara dimulai sejak 1957, dan di eksekusi pada Tahun 2020. Pelaksanaan Ibu Kota Nusantara ini dilaksanakan 5 tahap sesuai UU Ibu Kota Negara yang akan berlangsung dari tahun 2022 hingga 2045. Pembangunan IKN ini merupakan salah satu proyek prioritas strategis yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Rencana peresmian akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2024 bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia.

IKN yang berlokasi di Kalimantan Timur diharapkan sebagai Pusat Gravitasi ekonomi baru di Indonesia termasuk kawasan tengah dan timur Indonesia. Sehingga dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memaksimalkan potensi sumber daya daerah.

Tentunya ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Dan berharap tingkat kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur dapat terangkat, dengan IKN di bumi Borneo.

Seperti apa yang pernah disampaikan Presiden Jokowi. Pembangunan angka perekonomian daerah yang tinggi nantinya tidak lagi hanya berpusat di Pulau Jawa.

Pemindahan Ibu Kota ke Nusantara merupakan langkah Indonesia untuk membangun budaya kerja, pemikiran dan basis ekonomi baru. Menurut Jokowi, sebagai negara besar Indonesia harus berani memiliki agenda besar untuk melangkah demi kemajuan bangsa.

Pemindahan Ibu Kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Untuk itu, Presiden meminta agar investor untuk tidak ragu menanamkan modalnya di IKN.

Singkat cerita, menurut Andi Nasrun terkait Investor perlu kita sikapi secara cerdas. Mereka menanamkan modalnya agar percepatan pembangunan IKN berjalan lancar. Tentunya kita tidak mampu jika mengerjakan sendiri, perlu kolaborasi dan sinergi antar negara. IKN bukan proyek ecek-ecek melainkan proyek raksasa berkaliber internasional. IKN merupakan salah satu kota tercanggih di dunia.

Lantaran pertanyaannya lanjut Andi Nasrun. IKN Milik Siapa ? perlu dipertegas dan dipahami secara seksama, sehingga tidak menimbulkan Pro Kontra berkepanjangan.

Tentunya milik seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali. Rasa memiliki yang tinggi terhadap IKN harus dipupuk sejak dini. Sehingga percepatan pembangunan IKN dapat berjalan dengan baik. Kondusifitas keamanan dan kenyamanan menjadi modal dasar untuk mengawasi pembangunan di IKN.

Namun demikian perlu digaris bawahi, keterlibatan masyarakat lokal atau suku asli Kalimantan harus diperdayakan. Komunitas Adat Dayak maupun Adat Paser yang sangat kental di kawasan berdirinya IKN, dapat ambil bagian.

Mereka adalah tuan rumah yang setiap saat secara langsung ikut mengamankan dan mengawasi pembangunan IKN. Paling tidak tempatkan mereka di beberapa posisi sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Dengan demikian jika hal ini dapat di akomodir riak-riak kecil yang akan menjadi besar, tentunya dapat di hindari. Pendekatan secara humanis perlu dilakukan. Dengan satu misi pembangunan dan keberadaan IKN akan abadi tanpa sedikitpun kendala yang berarti.

Semoga tulisan yang sangat singkat bahkan sederhana ini dapat membantu pembangunan dan keberadaan IKN di bumi Kalimantan Timur dapat berjalan sesuai dengan rencana. (Team FRN Kaltim)

Penulis : Ketua DPW FRN Kaltim Andi Nasrun

Related posts

Leave a Comment