Kodam VI Mulawarman 

IRDAM VI/MLW PIMPIN UPACARA HARI INFANTERI KE 73

lensapostkaltim.com,- Balikpapan — Inspektorat Kodam (Irdam) VI/Mlw Brigjen TNI Bambang Indrayanto memimpin Upacara Hari Infanteri ke-73 Tahun 2021 di Lapangan Upacara Markas Batalyon Infanteri Raider 600/Modang, Kelurahan Manggar, Balikpapan pada Minggu (19/12/2021) pagi.

Upacara Peringatan Hari Infanteri ke-73 yang mengambil tema Infanteri yang solid, visioner dan propesional tersebut juga dihadiri oleh para Asisten, Kabalak serta Dansat.

Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri dalam amanatnya yang dibacakan oleh Irdam VI/Mlw menyampaikan bahwa salah satu dokumen penting tentang sejarah masa lalu Infanteri yaitu momentum saat menghadapi agresi militer Belanda ke II tanggal 19 Desember 1948 dengan keluarnya perintah kilat Panglima Besar Jenderal Sudirman No.1/PB/D/1948 dalam menjalankan perintah siasat Nomor 1/1948 tanggal 12 Juni 1948 untuk melaksanakan siasat pertempuran perang rakyat semesta melawan musuh dengan menggunakan taktik dan strategi prajurit Infanteri melalui aksi wingate (infiltrasi), long march dan membentuk Wehrkreise (kantong-kantong kekuatan) sebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya.

Adapun tema Hari Infanteri ke-73 yaitu Infanteri yang Sokid, Visioner dan Profesional, mencerminkan satu kesatuan yang bersatu padu, memiliki jiwa korsa yang kuat dan dinamis, memiliki kemauan untuk menjadikan satuannya lebih baik, memiliki visi yang jauh kedepan sehingga dapat memprediksi tantangan yang akan dihadapi dan menentukan solusi antisipasi jauh sebelum tantangan tersebut menjadi nyata serta memiliki profesionalisme keprajuritan yang dapat diandalkan. Prajurit Infanteri yang memiliki kemampuan dan kemauan bertempur yang tinggi sesuai bidang propesinya sebagai atlet tempur yang tanggap, tanggon, dan trenginas.

Lebih lanjut Danpussenif menyampaikan bahwa kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dan strategis dalam mendukung pencapaian suatu tugas pertempuran. Nilai-nilai ketokohan, patriotisme, kepemimpinan dari seorang Panglima Besar Jenderal Sudirman, nilai kejuangan, profesionalisme keprajuritan dsn sifat pantang menyerah serta nilai kemanunggalan TNI terpatri dalam sanubari jiwa setiap prajurit.

Pada Upacara tersebut juga dilakukan tradisi Pasukan tradisonal yang menggambarkan pasukan pada masa kemerdekaan dengan segala kesederhanaannya. Dengan membawa buah kelapa muda yang dibelah oaleh Inspektur Uoacara untuk selanjutanya diminum airnya. Air kelapa yang diminum bermakna pulihnya kembali segenap jiwa raga untuk maju menyerang musuh dalam tiap medan pertempuran. Lakon yang dipraktekkan pasukan tradisional tersebut dari awal sampai akhir penuh nilai perjuangan 45.

(Pendam 6)

Related posts

Leave a Comment