Daerah Kaltim Diskominfo Kutai Timur Kutai Timur 

KalFor Project Lahirkan Pencapaian Program Desa Membangun

lensapostkaltim.com, KUTAI TIMUR – Belum lama ini baru saja Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) mengakhiri pelaksanaan pendampingan empat desa di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur. Pendampingan bertajuk Kalimantan Forest Project (KalFor Project).

Dipenghujung kegiatan ditutup dengan penyampaian diseminasi hasil kegiatan.

Pada kesempatan tersebut dihadiri sejumlah masyarakat desa yang didampingi KBCF yaitu Desa Batu Lepoq, Desa Sempayau, Desa Tepian Terap, dan Desa Saka. Ada juga perwakilan dari pemerintah empat desa tersebut, perwakilan KalFor Project, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kutim, perwakilan KBCF.

Direktur KBCF Mukti Ali Azis menguraikan hasil selama berlangsungnya mendampingi Desa Sempayau, Desa Tepian Terap, dan Desa Saka. Pendampingan dilakukan selama satu tahun, Oktober 2021 sampai Oktober 2022. Tujuannya, membangun desa yang inovatif dan berkualitas dalam mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan. Selain itu, membantu pemerintah dalam menyediakan layanan teknis yang dibutuhkan desa serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan kader desa sebagai implementasi KalFor Project.

Sebelum lebih jauh mengulas, KalFor Project adalah proyek yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam menjalankan proyek ini, Kementeria bekerja sama dengan United Nation Development Program (UNDP). Anggaran kegiatannya menggunakan dengan dana hibah dari Global Environment Facility (GEF).

Ada berbagai hasil yang didapat selama mendampingi desa-desa. Beberapa di antaranya, yakni, mendapatkan persetujuan masyarakat dengan metode FPIC, penetapan kawasan hutan milik desa yang dikukuhkan dalam Peraturan Desa Tepian Terap, pembentukan Lembaga Pengelola Hutan Milik Desa Tepian Terap, pembuatan dokumen rencana kelola hutan milik Desa Tepian Terap, studi potensi sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Desa Tepian Terap; dan pengumpulan data dan informasi mengenai potensi sumber daya alam di Desa Tepian Terap.

KBCF juga memfasilitasi sejumlah usaha di empat desa dampingan. Usaha-usaha tersebut yaitu budi daya ikan air tawar, budi daya lebah madu kelulut, dan pembuatan jamu herbal. Termasuk memfasilitasi masyarakat menjalin kolaborasi dengan swasta dan pemerintah daerah. Seluruh hasil kegiatan ini telah didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter dan buku.

Mukti Ali Azis mengatakan, meskipun program KalFor Project telah berakhir namun pihaknya akan tetap bekerja sama dan memberikan dukungan kepada empat desa dampingan. Dukungan yang diberikan dalam bentuk asistensi terhadap desa dampingan hingga menghubungkan desa dengan perusahaan. Hal ini dilakukan agar usaha desa mendapat dukungan dari perusahaan.

“Kami juga mengupayakan ada program-program lanjutan agar kegiatan pendampingan dan pemberdayaan di desa bisa berlanjut,” kata Mukti Ali Azis.

Infografik sejumlah capaian KBCF selama setahun mendampingi empat desa di Kutim.

Kegiatan diseminasi juga hadiri Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah, Bappeda Kutai Timur, Sugiono, Sekretaris Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa Kabupaten Kutai Timur, Abdul Muluk.

Sugiono saat diwawancarai secara terpisah Kamis (3/11) 2022 mengungkapkan partisipasi masyarakat dan perusahaan berperan penting pada perencanaan pembangunan, terutama mengenai permasalahan dan isu-isu strategis perencanaan pembangunan. “Yang mana kesemuanya itu harus selaras dengan visi misi Pemkab Kutim dengan mengusung tema pembangunan pemerintah kabupaten, prioritas pembangunan daerah, serta partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan berdasarkan dari hasil musrenbang pada setiap desa,” ujar Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah, Bappeda Kutai Timur.

Abdul Muluk menambahkan pemaparan materi persentasinya mengenai peluang dan tantangan dalam membangun desa. Berkaitan dengan implementasi peraturan di desa berdasarkan undang-undang desa, capaian membangun desa di Kutai Timur, serta strategi pemberdayaan masyarakat sebagai metode mancapai target pembangunan desa.

“Hasil pendampingan ini diharapkan menjadi pembelajaran dan data awal bagi program-program berikutnya,” imbuh Abdul Muluk.(adv/Diskominfo Perstik Kutim/aji)

Related posts

Leave a Comment