Balikpapan Daerah Kaltim 

KETUA DPC GPM BALIKPAPAN ANGKAT BICARA SOAL GANTI RUGI HAK WARGA KORBAN JALAN TOL BALSAM

lensapostkaltim.com,- Balikpapan – Menyikapi usaha-usaha dan perjuangan warga korban pembangunan jalan Tol Balikpapan Samarinda  khususnya di KM 23 seksi 1 (satu) perihal usaha mendapatkan haknya yang sampai saat ini tak kunjung terbayarkan, Yuniarto Selaku ketua Gerakan Pemuda Marhaenis ( GPM) Cabang Balikpapan menilai bahwa pemerintah tak serius melayani masayrkatnya, hal ini karena di lihat dari lamanya proses penyelesaian hak warga yang sekiranya sudah sekitar 11 tahun lamanya.

Ketua GPM Cabang Balikpapan itu menjelaskan  bahwa GMP sebagai  OKP yang memiliki azas perjuangan  Marhaenisme dan marhaen itu sendiri ialah rakyat yang miskin atau yang telah dimiskinkan oleh sistem Kapitalisme dan penjajahan dalam segala bentuk dan manifestasinya, maka sudah Sepantasnya hal ini di suarakan.

“kalua kita lihat dari usaha-dan perjuangan warga ini, sangat di sayangkan karena seharunya pemerintah berterimakasi dengan warga, sekalipun aturan sudah menegaskan soal mekanisme ganti rugi dan ketentuan besaran ganti rugi, namun berdasarkan hasil koordinasi dengan warga tidak menuntut lebih tapi segerah berikan hak mereka yang sudah tetapkan oleh pengadilan Negeri Balikpapan dan sampai saat ini masih titip di sana”

Dirinya juga  menyingung bahwa seharunya warga tidak perlu cape-cape berjuag kaya gini karena yang bangun adalah pemerintah bukan kemauan warga pungkas pria Gondrong Ketua DPC GPM Balikpapan itu.

Di lain hal dirinya juga membeberkan bahwa sejauh ini warga sudah komitmen dan menyampaikan bahwa jika di waktunya peresmian  belum juga hak warga di selesaikan maka akan ada demo besar-besaran pada saat persemian,  dan GMP sangat menyayangkan hal ini, karena seharunya tidak seperti ini.

Lanjut Yuniarto berharap agar pemerintah segerah menyelesaikan urusan ini agar tidak terjadi huru hara di waktu peresmian, tutup Yuniarto. (*)
(Antonius Prada Nama)

Editor : lensapostkaltim.com

Related posts

Leave a Comment