Balikpapan Daerah Kaltim Nasional Umum 

Resmi dibuka IKN Expo Property 2022 , Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto Beri Apresiasi

Lensa-balikpapan-/ Resmi dibuka Pameran IKN Expo Property 2022 di Bscc Dome Balikpapan ,dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasiona sekaligus mendorong pembangunan hunian di wilayah Ibu Kota Negara.

Hadir Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, Ketua Ekonomi Kreatif Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, Karpala Disperkim Balikpapan, Asfiansyah dan asosiasi industri properti. 

Pada sambutan yang disampaikan saat pembukaan Iwan Suprijanto, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Balikpapan, atas terselenggaranya, rangkaian acara IKN Properti Expo 2022 yang sekaligus menjadi salah satu  memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI dan peringatan Hapernas 2022. 

“Dengan semangat kolaborasi mewujudkan hunian layak dan terjangkau untuk semua masyarakat ,merupakan upaya menjadikan momentum untuk dimulainya pembangunan IKN Nusantara,” Ucap Basuki

Lanjutnya,di tengah situasi pandemi Covid-19 kita masih patut bersyukur dan berbahagia bahwa sektor properti merupakan sektor yang masih tumbuh positif dan bisa berjalan dengan lancar .

“Berdasarkan data BPS ekonomi Indonesia Triwulan I/2022 tumbuh sebesar 5,01 persen ,antara pertumbuhan tersebut perumahan yang masuk dalam sektor real estate atau properti merupakan sektor yang tumbuh positif sebesar 3,78 persen,” Jelasnya

Menteri PUPR juga menambahkan,bahwa sektor properti juga merupakan sektor yang memiliki multiplier effect yang dapat menghidupkan 174 subsektor industri lain . Seperti industri material bahan bangunan, transportasi, pembiayaan, sampai furniture, dan terkait dengan koperasi, finansial, teknologi, dan perdagangan, makanan. 

“Seperti yang kita harapkan agar bisa mempercepat dan membantu program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional termasuk event ini,” Ucap Iwan Suprijanto.

“dengan angka yang masih tinggi, maka penyediaan perumahan masih memerlukan kontribusi dari semua pemangku kepentingan ,Bukan hanya pemerintah pusat atau daerah saja, akan tetapi memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, swasta, masyarakat dan perbankan,”Tuturnya

Kementerian PUPR berharap pasar properti di Indonesia dapat tumbuh dan terus meningkat di masa mendatang. Di samping itu, ajang ini saya harap dapat memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui jenis properti yang ditawarkan dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memilih rumah yang diinginkan serta membuka peluang bagi perbankan, pelaku pembangunan lainnya .

Untuk mengurangi backlog pemerintah berupaya meluncurkan ebrbgai kebijakan untuk meningkatkan capaian program sejuta ruah memlalui beberapa startegi

1. Pemerintah menyediakan program bantuan perumahan yang terdiri dari pembangunan rumah susun sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pembangunan rumah khusus, pada kawasan remote dan atau untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus. Serta pembangunan rumah swadaya melalui program bantuan stimulan rumah swadaya (BSRS). Adapun target pembangunan perumahan pada tahun 2022 meliputi pembangunan rusun sebanyak 12 787 unit rumah khusus 2300 unit BSPS 118.960 unit serta bantuan lain sebanyak 20530 unit.

2.Pemerintah memberikan bantuan pembiayaan pembangunan perumahan di tahun 2022 melalui FLPP dengan target 200 ribu unit dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan atau BP2BT sebanyak 22 ribu unit. 

3.Pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan kemudahan perizinan untuk mempercepat pembangunan perumahan. Antara lain dnegan terbitnya PP Nomor 5 Tahun  2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. PP Nomor 6 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan usaha di daerah. PP Nomor 64 tahun 2021 tentang badan bank tanah, kemudian surat edaran bersama 4 menteri tentang percepatan pelaksanaan retribusi persetujuan bangunan gedung, pengganti IMB dan Permen PUPR Nomor 17 Tahun 2022 tentang bentuk dan tata cara penerbitan sertifikat kepemilikan bangunan gedung satuan rumah susun. 

4.Pemerintah juga mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi terbaru dalam pembanguna perumahan yang lebih efisien, antara lain dengan industrialisasi, repabrikasi, seperti teknologi precast maupun teknolgi lain yang dapat diaplikasian sebagai pilot project teknologi terapan yang smart dan green.

Related posts

Leave a Comment