Balikpapan SKK Migas Kalsul 

“SKK Migas Perwakilan Kal-Sul dan KKKS menggelar Temu Media Daerah 2021 Wilayah Balikpapan”

lensapostkaltim.com,- Balikpapan — Dalam rangka menjalin tali silaturahmi SKK Migas perwakilan Kalimatan dan Sulawesi ( Kal-Sul) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) menggelar kegiatan tentang update mengenai kegiatan Usaha Hulu Migas kedepan yang di hadiri oleh media online, cetak dan radio kota Balikpapan yang bertempat di Ballroom Hotel Novotel.

Acara tersebut di buka langsung oleh Bpk. Wisnu Wardhana selaku Senior Manager Humas SKK Migas Wilayah KalSul. Dalam hal ini Bpk Wisnu Wardhana sedikit memberi sambutan dan sekaligus membuka acara kegiatan tersebut dengan menjelaskan tentang:

  1. Cara pengelolaan Hulu Migas yang ada di Indonesia (dalam kedudukan SKK Migas, dalam hal Diagram Skematik Lingkup Hulu dan Hilir Migas, serta KUHM : kegiatan pemerintah).
  2. Update Hulu Migas yang ada
    Di wilayah KALSUL
  3. Target 1 juta BOPD dan 12 BSCFD IN 2030
  4. Bagaimana manfaat Hulu Migas. Para awak media juga diharapkan dapat menyampaikan informasi dan pesan terkait industri Hulu Migas secara berimbang dan mendukung kegiatan Hulu Migas pada saat eksplorasi di wilayah Kaltim maupun Kalimantan secara luar.

Sementara untuk pembahasan Tata Kelola Industri Hulu Migas dan Tantangan Kedepan langsung di sampaikan oleh Bpk Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini selaku Akademisi dan Pengamat Perminyakan Indonesia. Bpk Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini memberikan informasi Bagaimana Proses Bisnis Minyak & Gas bumi, Tantangan Kedepan, dan Industri Migas di KalSul.

Selanjutnya, diskusi yang bertema Tata Kelola Industri Hulu Migas & Tantangan Kedepan yang langsung di moderatorin oleh Slamet Iman Santoso,S.Sos . Bpk Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini mengungkapkan bahwa “Peran serta media untuk menyampaikan pesan dari pemerintah terkait dengan kampanye mengawal langkah mewujudkan target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (Bscfd) dapat tercapai pada 2030. Salah satunya dengan mempertahankan tingkat produksi migas nasional pada 2021”.

“Dan untuk energi terbarukan 30 persen apakah dapat mengantikan 70 persen yang bersumber dari fosil, hal ini kemungkinan tidak mungkin,” ungkapnya. (Sryt)

Related posts

Leave a Comment